Sabtu, 01 Agustus 2020

HIDUP, PERJALANAN DAN KENYATAAN

Malam ini aku ingin menulis, tidak tahu karena apa, tapi aku ingin menulis sesuatu untuk berbagi.
Terkadang aku masih bingun dengan hidupku, aku masih suka bertanya tentang tujuan hidup dan apa sebenarnya yang ingin aku capai. Terkadang aku bersembunyi dari rasa takutku, kurang percaya diri itulah penyakit terbesarku. Aku merasa aku tidak layak, aku tidak pantas, masih sering membandingkan diriku dengan orang lain, dan itulah akar dari semua masalah yang ada.
Belum bersyukur atas apa yang aku terima, setiap berkat yang aku peroleh dalam hidupku, aku masih sering membandingkan dengan orang lain sehingga yang  tersisa hanya diri yang lemah dan tak berdaya.
“Rumput tetangga terlihat lebih hijau” dan akan selalu seperti itu selama rasa syukur itu belum matang sempurna dalam diriku.
Padahal sebenarnya orang-orang itu hanya bersyukur dan berani maju, ada kelebihan dalam diri  mereka sekecil apapun itu mereka bersyukur dan maju, beda denganku yang selalu membandingkan diriku dengan orang lain, sehingga aku  merasa terpojok sendiri, merasa tidak berdaya dan tidak layak. Padahal Tuhan memberi  lebih banyak, lebih besar kepadaku hanya aku tidak menyadarinya dan lebih focus pada kelebihan orang lain yang disyukurinya sehingga Dia terlihat lebih hebat, lebih pintar dan lebih terbiasa.
Apa yang Tuhan tidak berikan kepadamu Sarida?
Semua telah DIA beri,kepintaran, mudah bergaul, cepat tanggap, humoris, keberanian, kecukupan dalam segala hal, teman yang selalu support kamu, semua telah IA berikan, hanya kamu yang tidak pandai bersyukur, hanya kamu yang selalu melihat kelemahan mu yang sedikit itu kemudian membandingkan dirimu dengan orang lain dan itulah yang membuat kamu LEMAH DAN TAK BERDAYA, si Iblis memperdaya kamu sehingga kamu mengasihani dirimu sendiri, mengatakan selalu ditelingamu bahwa kamu tdak mampu dibidang mu, kamu akan malu, oranglain lebih pintar dari kamu walaupun itu bukan jurusan mereka, dan itu yang selalu terdengar ditelingaku, perkataan si Iblis yang menghancurkan harapan dan masa depanku, JANGAN DENGAR, TUTUP TELINGA.
Kau lebih dari cukup SARIDA, lihatlah berkat apalagi yang kamu dustakan?
semua Tuhan berikan, semua sudah IA siapkan dalan dirimu, sebelum IA menamatkan kamu dan memberikan sebuah gelar dibelakang namu mu, semua telah IA siapkan.
Jangan pernah ragukan DIA, sejauh ini kamu melangkah dan setiap kebajikan, kemurahan dan kelimpahan selalu mengikuti mu, kamu hidup dalam setiap kelimpahan, berkecukupan bahkan berlebih dalam segala yang baik. Semua karena AnugerahNYa. Jangan ragukan DIA, percaya dan kerjakan.
DIA telah berjanji bahwa kamu tidak akan pernah malu dalam pengharapanmu, Dia akan selalu ada dan menopang kamu.
Percaya dan berserah, kamu mampu, kamu bisa, kamu cukup dan kamu layak untuk semua yang baik yang Tuhan sediakan.
Percayalah kepada TUhan dan jangan bersandar pada pengertianmu sendiri, ikutilah DIA dalam segala jalanmu, maka IA akan meluruskan jalanmu.
Ingat selalu Sarida bahwa kamu telah ditebus lunas dan semua yang baik yang Tuhan janjikan akan digenapi dalam hidupku.
Tenang, focus, rilek, jangan panic, calm, dan surrender kepada Tuhan yang memberikan kehidupan kepada setiap orang yang berharap kepadaNya.
Kamu muda, kamu kreatif, kamu bisa, kamu sanggup dan kamu tidak akan pernah malu dalam pengharapanmu, andalkan TUhan dan percaya dalam sadarmu bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kau sendirian.
Hadapi, face everthing my fear, tidak ada hal yang menakutkan, kamu bisa Sarida, saat Tuhan yakin kepadamu maka kamu juga harus yakin kepada dirimu sendiri.
I can do this
I do and I will
In Jesus”s name.
 

Sarida SIpayung


Tidak ada komentar:

Posting Komentar